11-11-2011,
Senja itu langit mendung, ketika aku merasakan kelelahan menghimpit kalbu.
Hujan pun turun membasahi bumi,
menggenangi jalan setapak, tempat dimana aku menelusuri kebecekannya
dengan perasaan resah dan sedih.
Kemanakah aku hendak berteduh,
telah terlanjur sekujur badan basah dan kedinginan.
Aku mengeluh, mengapakah harus ku sesali takdir ini…
Terdengar sayup-sayup gema adzan maghrib dari jauh,
Kupercepat langkah ini menuju beranda masjidMu,
bersuci dan bersujud,
mengagungkan namaMu.
Ya Allah,
telah Kau beri kekuatan ini,
tapi bukan untuk berdusta ataupun berpaling,
ku jemput seruan dan panggilanMu
demi RidhoMu di akhirat nanti.
Ya Allah,
Sekeping hati ini ku bawa berlari,
demi menjemput RidhoMu di akhirat nanti,
tak peduli sekujur badan basah dan dingin,
tak peduli hujan halilintar dan angin,
karena RidhoMu adalah sangat berarti…..
15 November 2011 23:06
By Saroji
© Copyright - All rights reserved
Rabu, 24 Agustus 2016
Catatan Kecil Sang Narapidana : Sekeping Hati Dibawa Berlari
Baca Juga :
Catatan Kecil Sang Narapidana : Nyanyian Di Tepi Laut
Kisah Perjalanan Sang Pertapa Tua (1)
Nyanyian Sumbang
Nurani Ini Bicara
Di Puncak Tebing
Bunga Putih
Bunga Putih -2
Aku Bukan Siapa - Siapa
Jangan Menjadi Pecundang
Catatan Hamka
Kisah Perjalanan Sang Pertapa Tua (6)
Sutra Putih (2)
Fatamorgana
Muhasabah Diri
Kisah Perjalanan Sang Pertapa Tua (5)
Sutra Putih
Apa Salahku Padamu
Surat Kecil Buat Jack
Astaghfirullah
Subuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar