Aku harus diam sejenak untuk memikirkan apa yang harus aku tuliskan.
Rasanya hampir malas jari-jari ini mengetikkan satu per satu
huruf-huruf menjadi kata dan kalimat, dan kadang jenuh……meski bukan
aku seorang yang merasakan.
Duniaku, entah apakah ini harus aku jalani semua demi bukan
keinginanku, demi tugas dan kewajibanku, demi yang aku tak mengerti
berakhir sedih atau bahagia, toh seperti seorang anak kecil yang
menangis, menggapai-gapai keinginan namun tangan tak sampai, kemudian
mama yang mengambilkan, kemudian anak kecil itupun terdiam dan tenang
bermain.
Ku buka jendela di pagi ini, angin dingin bertiup menyapu muka dan
membasuh dinding-dinding kamar yang lusuh dan pengap. Bukankah hari
ini adalah seperti hari kemarin ? hari yang seseorang harus tetap
konsisten dalam kebenaran?, tak cukup kebenaran dipidatokan, tak
pantas hanya dituliskan tanpa keteguhan dan perbuatan.
Seseorang harus tetap berbuat benar meski dengan resiko berdarah-darah….
Minggu, 22 Maret 2015
Mama, Keteguhan dan Kebenaran
Baca Juga :
Aku Bukan Siapa - Siapa
Catatan Hamka
Catatan Kecil Sang Narapidana : Luruh
Catatan Kecil Sang Narapidana : Badan di Perjalanan
Whole
Catatan Kecil Sang Narapidana : Di Sini
Beberapa Fakta Tentang Presiden Suriah Bashar Al Assaad
Astaghfirullah
Apa Salahku Padamu
Sutra Putih (2)
Catatan Kecil Sang Narapidana : Dari Bilik Kalbu
Bunga Putih -2
Muhasabah Diri
Bunga Putih
Catatan Kecil Sang Narapidana : Inikah Perang ?
Catatan Kecil Sang Narapidana : Renungan Untuk Negeriku
Kamu
Matahariku
You
Nyanyian Sumbang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar